Sabtu, 01 Juni 2013

ketika menikah

bismillahirrahmanirrahim

Coba kalian tanyakan pada seorang anak kecil tentang seseatu yang mereka inginkan, lalu tanyakan kembali mengapa mereka menginginkan hal tersebut.. Biasanya kalian akan mendapatkan jawaban-jawaban ajaib dari mereka :)
Unik dan polos, sering membuat kita tersenyum..

Aku ditanya, mengapa chaca ingin nikah cepat..?
Kata mereka aku menjawabnya, "biar ada yang nelus-ngelusin perut chaca kalau lagi dapet".
Emang pernah kasih jawaban kaya gitu yaa?? Heuuu... Hadeuh bocahhhh..!!
Aku bukan anak kecil lagi, tapi terkadang apa yang aku lakukan atau aku ucapkan membuat orang memperlakukan aku seperti anak kecil.. Kapan dong dewasanya?
Heeee,,,

Aku akan berubah,, menjadi dewasa dan bijaksana,, tapi bukan karena paksaan atau tuntutan, tapi benar-benar murni karena kesadaran aku.
Aku taat pada peraturan, tapi aku juga mencintaui kebebasan.. Maka aku tidak suka dikekang. Aku tidak mememinta ditunggu, aku minta dibebaskan.

Kita tidak tahu yang namanya jodoh,,
Aku juga tidak tahu..

Aku akan menikah,,

Mungkin nanti, ketika bukan lagi jawaban "biar ada yang nelus-ngelusin perut chaca kalau lagi dapet" yang keluar dari mulutku ketika ditanya alasan menikah..
Mungkin nanti, bisa jadi bersama dengan seseorang yang bernama sama dengan Rasulullah, meski namaku tak sama dengan Khadijah atau Aisyah..
Mungkin nanti, ketika tak lagi ada rengekan yang keluar dari mulutku ketika menginginkan sesuatu..
Mungkin nanti, ketika aku tak lagi ngomel-ngomel ketika sebal..
Mungkin nanti, ketika aku tak lagi manyun atas sesuatu yang berbeda dengan inginku..
Mungkin nanti, ketika aku tak lagi berlari terburu-buru ketika absen karena terlambat..
Mungkin nanti, ketika aku tak lagi menjatuhkan sesuatu saat salah tingkah..
Mungkin nanti, ketika aku telah benar-benar menghafal juz 30..
Mungkin nanti, ketika aku tidak mengeluh ketika menggunakan sepatu high heels..
Mungkin nanti, ketika aku tak lagi menggunakan tas back pack atau selempang..
Mungkin nanti, ketika aku telah bersahabat dengan peralatan makeup..
Mungkin nanti, ketika aku telah konsisten menggunakan kerudung yang rapi..
Mungkin nanti, ketika aku belajar lagi tentang sabar dan ikhlas..
Mungkin nanti, ketika aku telah menjadi pribadi yang baik, yang solehah..
Mungkin nanti, ketika aku benar-benar bertemu dengan seseorang yang aku cintai dan diapun mencintai aku..
Mungkin juga nanti, ketika Allah mengetahui bahwa aku telah siap menurut-Nya..
Siap untuk berubah, siap untuk diubah, siap untuk mejalankan kehidupan yang baru,, :)

Ada yang pernah berkata, jatuh cintalah pada seseorang yang dapat membuatmu menjadi diri sendiri..
Ketika aku jatuh cinta apakah sudah menjadi diri sendiri?
Dimana aku berlari kesana kemari dan tertawa dengan lepas.. Apakah sudah menjadi diri sendiri?
Kataya ketika cinta itu pergi, seperti ada bagian dari jiwa kamu yang ikut pergi bersamanya..
Bisa jadi kamu menangis semalam suntuk, bisa jadi kondisi tubuhmu langsung drop, bisa jadi tatapanmu langsung kosong, bisa jadi terus kamu tanyakan "mengapa", bisa jadi juga kamu menganggap semuanya tidak adil, atau bisa jadi juga kamu marah..
Tapi aku malah merasakan, mulai besok aku bisa tersenyum lebih tulus, sebagian jiwa aku justru kembali pulang..
Hadeeeuuuhhhh,, chacaa,, gubrakkkkk...
Aku juga kadang tidak mengerti, apa lagi orang lain ya?? Heheheuuu,, 
Tapi selalu cukup Allah yang tahu :D

Dari kasih sayang, Allah banyak sekali mengajarkan kita..
Agar kita mengenal tentang cinta sejati-Nya..
Milikilah pemahaman-pemahaman yang baik..
Dan menikahlah bukan karena paksaan atau karena terpaksa..
Semoga kita dipertemukan dengan seseorang yang kita mencintainya dan diapun mencintai kita..
Sehinga bisa selalu bersama-sama belajar cinta sejati-Nya..


Bisa jadi cepat atau bahkan sangat cepat..
Bisa jadi sebulan lagi atau setahun lagi..
Bismillah,,

Bandung, 1 Juni 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar