Rabu, 23 Agustus 2017

Family Project Hari Ke-10

Bismillahirrahmanirrahim

Kareem, 20 bulan

Family Project : Kareem Little Town

Alhamdulillah, proyek ini telah selesai. Saatnya dimainkan bersama 😁


Kareem udah ga sabar begitu tau mau main di halaman, udah angkut-angkut evamatnya sendiri. Teriak-teriak "mami.. mami..mami.." saat lagi sesi foto maketnya.


Sederhana, tapi saya puas, Alhamduliah. Hal yang pertama kali Kareem lakukan saat main adalah mengambil dump trucknya dan berkata "babu" (batu). Lalu dia menyebutkan warna batunya dan menyebutkan jenis mobilnya. Kosa katanya Kareem sekarang mulai banyak, Alhamdulillah. Bisa menyebutkan gedung dan pohon. Dengan maket Kareem Little Town ini saya sekalian bercerita ke Kareem tentang masjid dan gedung/bangunan yang belum jadi.


Diakhir permainan, gedung belum jadinya mengalami kemunduran pembangunan 😂😅. Play doughnya diambil, dimainkan, "uwaw" (ular) kata Kareem sambil membawa tiang gedungnya. Kaya ular ya nak, panjang 😁. Alhamdulillah, bisa ningkatin daya imajinasi Kareem. Lalu Kareem bawa play doughnya ke keran air, masukin ke ember, ember saya ambil, lalu masukan ke saluran pembuangan 😂. Nanti kita bikin waktu khusus ya nak buat main air 🙈.

Bagi saya, menyenangkan juga kegiatan sehari-hari bersama Kareem dibuat Family Project. Rasanya lebih menantang juga gak terkesan kerja sendirian, meski Daddy nya di Jakarta, tetap dikasih peran 😁.

Alhamdulillah 😊

#Day10
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
#InstitutIbuProfesional
#mommyKareem
#Kareem20m
#aktifitasKareem
#idekegiatanprasekolah
#Kareemlittletown

Selasa, 22 Agustus 2017

Family Project Hari Ke-9

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah, proyek Kareem Little Town hampir selesai.


Seneng dan puas liat hasilnya 😁 dan penasaran juga ingin tau ekspresi Kareem.

Yang belum adalah bikin tiang gedung yang belum jadi pake play dough yang waktu itu bikin sendiri. Makanya itu baru ada rangkanya aja, pake tusuk sate. Yang kedua bikin bola-bola dari play dough, maksudnya batu-batu yang nanti akan dibawa sama dump truck.. hehe. Yang ketiga atur mobil molen, dump truck, dan back hoe. Terakhir adalah bikin tulisan Kareem Little Town. Bikin tulisan coba hari ini. Sisanya besok subuh 😊, jadi abis Kareem sarapan bisa langsung main di halaman.

Kareem bobo siang jadi saya bisa nempel-nempel masjid dan gedungnya, bikin jalan, dan nempel pohon. Gak sabar nunggu besok 😁😍😘

Weekend kemarin liburan ke Depok jadi proyeknya libur.. hehe. Maaf ya daddy kita mainkan duluan. Ngejar deadline tantangan 10 hari di Kuliah Bunda Sayang 😁😂. Ga keburu kalau nunggu daddy pulang ke Bandung. Nanti kalau pulang dimainkan lagi yaa..

Setelah ini siap-siap untuk family project kedua kami di tanggal 28 nanti, insyaAllah 😁.

#Day9
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
#InstitutIbuProfesional
#mommyKareem
#Kareem20m
#aktifitasKareem
#idekegiatanprasekolah
#Kareemlittletown

Senin, 21 Agustus 2017

Family Project Hari Ke-8

Bismillahirrahmanirrahim

Sebetulnya gak terlalu nyambung sama proyek kami, Kareem Little Town.
Tapi kalau dipikir lagi, secara tidak langsung mendukung. Jadi saya sempatkan menulis untuk tantangan hari ke-8 ini.

Sabtu kemarin Alhamdulillah ada kesempatan buat ajak Kareem naik kereta ke Jakarta.

Di perjalanan, kami melewati daerah yang sedang ada pengerukan, kurang tau juga akan dibangun apa. Dan.. ta... daaaa.. akhirnya Kareem bisa liat back hoe secara langsung 😁😊. Selama ini taunya cuma dari buku dan mainan aja ya nak. Bukan mobil yang bisa ditemui di jalan seperti molen dan dump truck. Hihihiii 😁


Sebetulnya yang ini namanya eksavator. Memang mirip back hoe, sama-sama ada sendoknya buat ngeruk tanah. Kalau back hoe ban nya bulat kaya ban mobil, kalau eksavator ban nya kaya ban tank baja. Hal ini belum kami jelaskan ke Kareem, khawatir malah bingung. Nanti insyaAllah kalau udah lebih dari 2 tahun kami coba jelaskan bedanya back hoe dan eksavator.

Perjalanan kami pulang ke Bandung hari ini, ternyata ada juga daerah yang sedang dikeruk, apa mungkin ada pelebaran jalan? Atau pembanguan rest area? Hehe. Di sana juga ada back hoe, "bek bu" kata Kareem. "Ndok" maksudnya ada sendoknya.

Alhamdulillah ya nak, kita sama-sama bersyukur atas nikmat yang Allah berikan.

#Day8
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
#InstitutIbuProfesional
#mommyKareem
#Kareem20m
#aktifitasKareem
#idekegiatanprasekolah
#Kareemlittletown

Kamis, 17 Agustus 2017

Family Project Hari Ke-7

Bismillahirrahmanirrahim

Selamat Ulang Tahun Indonesia..
Barakallah, semoga makin negara ini semakin diberkahi Allah.

Karena tanggal merah, jadi proyek Kareem Little Town juga libur. Hehe..

Tadi pagi inginnya ajak Kareem liat Eyang gerak jalan dan pawai. Cuma daddy nya diajak gak bangun-bangun.. hikzzz.. sebel iya.. huhu. Cuma ga guna juga kalau marah-marah saat itu. Waktunya menerapkan komunikasi produktif bersama suami. Setelah sarapan, perut kenyang, santai-santai di depan rumah sambil liat Kareem main bola baru deh ngobrol. Saya inginnya sesekali kita jalan pagi sama-sama, sederhana aja. Apa lagi kaya sekarang mumpung ada momen 17Agustusan. Jalan terus makan nasi kuning atau bubur ayam. Hehe.. dan Suami bilang kalau ternyata beliau semalem ga bisa tidur, baru tidur jam setengah tigaan. Heee.. sayanya udah pules duluan 😀. Maaf keun, ga guna kan kalau tadi saya marah-marah pas beliau tidur? 😊

Akhirnya kita tetep ngeliat Eyang yang abis jalan sehat. Main sebentar ke panggung RW.. 😁


Gak libur 100% juga sih proyek Kareem Little Town. Saya sedikit cerita pada suami progress nya. Masjid, gedung, pohon 50%, beres. Tinggal bikin jalan dan atur tata letaknya.

Kareem juga tadi sempat baca buku dengan daddy. Memfasilitasi kesukaan Kareem saat ini, buku tentang mobil konstruksi. Setelah hafal dump truk, molen, dan back hoe Kareem sekarang mengenal ciri mobil tersebut. Menambah kosa katanya. Dump truk punya bak, molen punya tangki berputar, dan back hoe punya sendok. Kata sederhana, yang penting Kareem paham.


InsyaAllah nanti malam saya coba selesaikan pohon atau jalan atau kerangka gedung yang belum jadi 😁. Mumpung ada daddy nya 😍

#Day7
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
#InstitutIbuProfesional
#mommyKareem
#Kareem20m
#aktifitasKareem
#idekegiatanprasekolah
#Kareemlittletown

Rabu, 16 Agustus 2017

Family Project Hari Ke-6

Bismillahirrahmanirrahim

Hari ke-6 proyek Kareem little town. Kegiatan kami hari ini adalah bikin pohon 😁. Caranya, siapkan kardus bekas, buat pola pohon, potong menggunakan gunting/cutter. Lalu potongan kardusnya siap diwarnai supaya jadi pohon.


Awalnyanya mewarnainya mau pakai cat air, tapi pertimbangan Kareem yang masih suka usek-usek ke muka. Jadi akhirnya kembali ke dapur dan bikin edible cat dari maizena, cuma kali ini ga pake gula. Pernah dishare ya cara bikinnya 😁. Bener aja taunya, abis main liat warna hijau-hijau di bawah bibirnya Kareem. Huhuhu..


Kegiatan kami hari ini termasuk messy play, main kotor-kotoran, mainan favorit Kareem. Liat ekspresinya mulai dari antusias sabar, serius ngerjain, seneng banget, sampai nangis karena ga mau berhenti main air pas cuci tangan kaki.. wekekeke.

Setelah pohonnya diwarnai semua, lalu dijemur dibawah sinar matahari, biar catnya kering. Karena masih anteng main dengan cat nya, jadi tadi sempat saya kasih kertas kosong sekalian main cap tangan 😊. Kareem juga nggambar bola, ular, ban, cacing pakai catnya.


Liat hasil pohon abis dijemurnya jadi keren. Kaya ada helaian daunnya 😂.

Manfaat aktifitas ini adalah
• Sensory play
• Mengenal tekstur
• Membedakan dan menyebutkan warna
• Stimulasi perkembangan bahasa (jadi dari kemaren Kareem punya kosa kata baru, gedung dan pohon)
• Stimulasi perkembangan seni dan kreativitas
• Stimulasi perkembangan motorik halus

PR saya selanjutnya adalah... bikin supaya pohonnya bisa berdiri tegak 😁😂.

#Day6
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
#InstitutIbuProfesional
#mommyKareem
#Kareem20m
#aktifitasKareem
#idekegiatanprasekolah
#Kareemlittletown

Selasa, 15 Agustus 2017

Family Project Hari Ke-5

Bismillahirrahmanirrahim

Memasuki hari ke-5 proyek Kareem Little Town. Pagi ini Kareem membantu saya menyiapkan kegiatan untuk hari ini. Bikin pola di laptop sekalian Kareem belajar bentuk. Segi empat, bulan sabit, bintang, dan lengkung. Pola tersebut nantinya akan menjadi kaca gedung, pintu masjid, dan kubah masjid.


Setelah pola jadi, lalu di print. Kertasnya di tempel di lantai menggunakan solasi agar lebih mudah ketika mewarnainya.

Kareem masih semangat ketika mewarnai kaca gedung. Lalu saat mewarnai pintu dan kubah masjid sudah mulai ngantuk, jadi masih ada bagian yang berwarna putih. Kita lanjut lagi setelah Kareem bangun tidur siang ya.. Saat Kareem mewarnai saya bantu diakhir agar semua bagian terwarnai.


Pola yang sudah diwarnai kemudian digunting dan siap ditempel ke gedung yang sudah saya siapkan. Ayo nak kita tempel 😁. Gedungnya dibuat dari dus bekas yang dilapisi kertas lipat. Kareem yang kasih lem, saya bantu menempelkan ke gedungnya.


Masjidnya belum jadi, karena saya belum sempat lapisi dus bekasnya 😅

Manfaat kegiatan kami hari ini adalah
• Membedakan dan menyebutkan warna
• Mengenal bentuk
• Stimulasi perkembangan kognitif
• Stimulasi perkembangan motorik halus
• Mampu membuat coretan tidak beraturan
• Stimulasi perkembangan seni dan kreatifitas
• Mengenal konsep tempel

Proyek kali ini mungkin memang lebih banyak Kareem dan saya yang mengerjakan. Daddynya di Jakarta, tapi sebagai Evaluator tetep memantau juga kegiatan apa yang Kareem lakukan hari ini. Semoga akhir proyek ini pas waktunya ketika ada Daddy ya.

#Day5
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
#InstitutIbuProfesional
#mommyKareem
#Kareem20m
#aktifitasKareem
#idekegiatanprasekolah
#Kareemlittletown

Senin, 14 Agustus 2017

Family Project Hari Ke-4

Bismillahirrahmanirahim

Fampro kami hari ini, bermain play dough. Di akhir fampro, play dough ini akan digunakan untuk jadi batu-batu yang diangkut oleh dump truck 😁. Juga akan digunakan untuk membuat kerangka gedung di Kareem little town.

Cari sana sini, liat sana sini resep bikin play dough. Akhirnya saya putuskan ngikut resepnya Mamak Izzar Kinar. Liat di videonya hasilnya oke. Hehe 😘

Asalnya mau ajak Kareem mulai dari tahap pembuatan play dough. Tapi rasanya belum saatnya. Khawatir tepungnya malah beterbangan kehirup atau kena matanya. Jadi tadi abis subuh udah di dapur, nyiapin bahan, dan eksekusi. Bahan-bahannya 400 gr tepung terigu, 250 ml air hangat, 100 gr garam, 2 sdm baby oil, dan pewarna makanan. Bikin play dough kali ini saya coba takar bahan-bahannya, siapa tau bermanfaat untuk mommies yang lain. Cara bikinnya :
• Larutkan garam dalam air hangat
• Masukan tepung terigu
• Uleni hingga kalis, tidak ada yang menempel di tangan, dan tercampur semua (tadi sempat ditambah air hangat lagi sekitar 50 ml karena tepungnya belum kecampur semua)
• Tambahkan 2 sdm baby oil. Uleni lagi hingga merata. Kalau mau lebih aman bisa pakai minyak goreng. Saya tetap pakai baby oil biar ada harum-harumnya.. hehe
• Pisahkan 4 bagian. Beri 10-20 tetes pewarna makanan tiap bagian. Uleni hingga warnanya rata
• Jadi deh.. alhamdulillah.


Ada yang ga sabar untuk main. Hehehe

Sambil menjalani fampro ini, saya menemukan manfaat lain untuk Kareem. Membedakan warna. Alhamdulillah. Sekarang Kareem sudah mampu membedakan warna. Mi-ma (merah), kuh-ni (kuning), i-jau (hijau), bi-bu (biru), hi-tam (hitam), puh-ti (putih), piii (pink). Nanti kita main sorting colours lagi ya nak 😘

Bersama Kareem main play dough, sebetulnya saya yang suka.. wekekeke Meskipun cuma bisa bikin ular, cacing, bola, cincin, kuku, dan laba-laba (dibilang sama Kareem kura-kura 😅😂). Selain itu play doughnya juga dibikin sate pelangi (dari buku RMA hal. 109). Jadi saat Kareem minta bikin cacing, saya tanya juga, mau bikinnya warna apa? Dia jawab dan saya minta ambilkan play dough warna yang sesuai. Dan memang bisa membedakan warna.. alhamdulillah 😁


Manfaat dari bermain play dough kali ini adalah
• Mampu membedakan dan menyebutkan warna
• Stimulasi kemampuan kognitif
• Stimulasi perkembangan motorik halus
• Menguatkan otot jari tangan
• Melatih koordinasi mata dan tangan anak
• Mengenal konsep tusuk dan tajam

Kareem seneng?
Alhamdulillah, selalu seneng dan semangat kalau main di luar 😘

#Day4
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
#InstitutIbuProfesional
#mommyKareem
#Kareem19m
#aktifitasKareem
#idekegiatanprasekolah
#Kareemlittletown
#DIYplaydough

Minggu, 13 Agustus 2017

Family Project Hari Ke-3

Bismillahirrahmanirrahim

Malem minggu Kareem nginep di rumah nenek. Saya memang tidak merencanakan mengerjakan family project disana, jadi gak persiapan apa-apa. Tapi tetap dump truk, molen, dan back hoe Kareem dibawa.

Tadi pagi sambil nemenin daddy nyuci mobil boleh deh sekali-kali Kareem main kerikil 😅. Kerikilnya kakek buat bangun rumah.


Khawatir iya, takut ada pup kucing atau ayam, takut ada pecahan keramik, takut ada potongan kawat, dll.
Sambil diawasi. Dan akhirnya tetap berkesimpulan untuk mainan Kareem (19 bulan) hingga usianya 2 tahun. Saya masih akan menggunakan bahan yang 'aman'. Kadang masih suka ucek2 idung, tangan masuk mulut, atau garuk kepala. Huhuhuu..

Jadi fix, di maket akhir proyek kali ini kita akan pakai batu-batu dari play dough ya nak.

Nanti kalau Kareem udah lebih besar boleh deh main kerikil lagi 😁. Atau nanti kita cuci dulu ya kerikilnya.. Yang penting sekarang udah ya nyoba dump trucknya bawa kerikil, ceritanya bawa batu-batu.. hehe
Semoga Kareem jadi makin tau seperti apa tekstur kerikil itu, pasir itu kaya gimana, apa warna kerikilnya, dll.

#Day3
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
#InstitutIbuProfesional

Jumat, 11 Agustus 2017

Family Project Hari Ke-2

Bismillahirrahmanirrahim

Kegiatan kami hari ini mengenal mobil-mobil konstruksi dan fungsinya. Saya fokuskan hanya pada dump truck, back hoe, dan molen (cement mixer). Kegiatan yang kami lakukan hari ini adalah :
1. Menempel sticker
2. Mencocokan mobil konstruksi
3. Membaca buku tentang mobil konstruksi


Kegiatan yang pertama adalah menempel stiker. Kemarin pas belanja ke superind* ada stiker timbul tentang mobil konstruksi dan mobil lainnya. Pas banget dengan tema family project kami. Stikernya bagus, jadi kertas belakangnya itu ada bayangan mobilnya, untuk usia anak yang lebih besar dari Kareem bisa untuk mencocokan gambar dan bayangan mobilnya. Nanti mobil yang sesuai ditempel di kertasnya itu. Kalau Kareem masih tempel sana sini suka-suka.. hehe 😁 gak apa-apa. Tujuan menempel stiker ini adalah :
• Melatih fokus dan konsentrasi
• Menguatkan otot jari tangan
• Stimulasi motorik halus
• Melatih pincer grasp
• Mengenal konsep cabut dan tempel
• Mengenal mobil konstruksi


Yeaahh.. kali ini Kareem bisa nyabut stikernya sendiri tanpa bantuan.

Kegiatan kedua adalah mencocokan mobil konstruksi. Kareem punya dua kelompok mobil konstruksi jadi saya minta dia untuk mengelompokan molen dengan molen lagi, back hoe dengan back hoe lagi, dan dump truck dengan dump truck lagi. Tujuan dari kegiatan ini sebetulnya saya ingen tes Kareem, apa memang benar-benar hafal?
Alhamdulillah ternyata memang anak ini udah hafal dan bisa membedakan 3 jenis mobil tersebut 😁. "Bek-bu (back hoe), moo (molen), dam (dump truck)" katanya.


Kegiatan ketiga adalah membaca buku. Masih terbatas sebetulnya buku Kareem tentang mobil konstruksi. Tertarik dengan mobil konstruksinya baru 2 minggu terakhir ini, jadi saya belum sempet cari-cari buku lainnya.. hihihii. Kita pakai yang ada dulu aja di Ensiklopedi Bocah Muslim jilid Sains Dasar dan Teknologi.


Di hal. 33 ada sedikit penjelasan tentang dump truck. Mengapa truk ini tidak tergelincir saat menaiki bukit pasir? Ternyata rahasianya ada pada bannya. Permukaan ban yang bergerigi membuat gesekan semakin kuat.

Di hal.81 ada sedikit penjelasan tentang back hoe dan molen. Saya tambahkan juga penjelasannya sepengetahuan saya. Back hoe digunakan untuk menggali tanah . Molen digunakan untuk mencampur semen, kerikil, dan air yang akan digunakan untuk membuat beton.

Alhamdulillah, siap nak untuk proyek kita?
Jadi nama fampro kami yang pertama ini adalah Kareem Little Town. Harapan kedepannya jika memang Kareem passionnya bidang ini, Kareem punya kontraktor besar yang bisa membangun masjid di kota dan pelosok seluruh dunia. Aamiin.

Saya semangat buat ngerjain fampro ini. Pengennya bikin logo "Kareem Little Town", apa daya keterbatasan kemampuan. Huhuhuu

#Day2
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
#InstitutIbuProfesional
#mommyKareem
#Kareem19m
#aktifitasKareem
#idekegiatanprasekolah
#Kareemlittletown

Kamis, 10 Agustus 2017

Family Project Hari Ke-1

Bismillahirrahmanirrahim

Materi ke 3 di kuliah Bunda Sayang ini adalah Pentingnya Meningkatkan Kecerdasan Anak Demi Kebahagiaan Hidup. Tantangan 10 harinya adalah membuat Family Project. Uwow sekali.. hehehe

Sempet bingung, mau ngapain ya di family project? Mau bikin apa? Mau ngelakuin apa?

Sambil melihat aktifitas Kareem beberapa hari terakhir ini yang lagi suka banget mainan mobil konstruksi. Sampe hafal dan sudah bisa menyebutkan dump, molen, dan back hoe. Saya juga yang belum lagi membuat agenda bermain Kareem, padahal dengan adanya agenda saya merasa sangat terbantu. Harus move on dari rasa malas. Bismillah ya..

Dari sinilah muncul ide menjadikan ini sebagai family project. Siang tadi Kareem bobo, jadi punya waktu bikin orat oret buat presentasi malem ini ke daddy nya.


Sambil tahu time sama Eyang. Wekekeke.. bukan tea time, kita mah ngobrolnya sambil makan tahu, jadi tahu time. Saya ceritakan apa yang akan kami lakukan beberapa hari kedepan.

Family Project kami yang pertama (insyaAllah akan ada yang kedua, ketiga, dst) adalah membuat maket kecil, fasilitas Kareem bermain mobil konstruksinya. Hehe.. beberapa aktifitas akan kami lakukan untuk membuat maket ini seperti membuat play dough, membuat gedung, membuat jalan, dll.

Saya bertugas sebagai arsitek. Hihihiiii.. kapan lagi coba bisa begini 😁 jadi lebih tau nama-nama mobil konstruksi, tau peran serta tugas orang-orang di dalamnya. Mohon koresi ya kalau ada yang salah 😊😎

Kontraktornya Kareem. Nanti akan lebih banyak berperan membuat printilan maketnya. Daddy sebagai developer dan evaluator. Eyang, Nambo, Paman Huda jadi dewan pebasehat. Mungkin yang akan lebih banyak berperan adalah saya dan Kareem. Daddy weekday kerja di Jakarta, tapi tetep diinfokan apa yang akan kami lakukan setiap harinya juga saran perbaikannya.

Saya mengusulkan nama proyek kami ini adalah :
1. Kareem Little Town
2. Kareem's Contractor
Masih dalam tahap diskusi dan pertimbangan. Kalau yang pertama skalanya lebih besar. Yang kedua skalanya lebih kecil.

Tujuan yang ingin kami capai dari fampro ini adalah :
1. Meningkatkan komunikasi produktif antara suami dan anak
2. Membersamai Kareem bermain
3. Memberikan manfaat dalam setiap permainan yang dilakukan

Hayu semangatttt.. mengasyikan juga merancang fampro ini.

#Day1
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
#BundaSayang
#InstitutIbuProfesional
#IIP

Minggu, 23 Juli 2017

Melatih Kemandirian Anak Hari Ke-9

Bismillahirrahmanirrahim

Tidur nyenyak menjadi hal yang sulit dilakukan Kareem 2 hari ini. Mulutnya sariawan dan sepertinya akan tumbuh gigi.


Tadi siang liat Kareem bisa tidur nyenyak kaya gini. Alhamdulillah agak plong. Kesian 2 malam ini tidurnya banyak mengigau.

Untuk tidur aja agak susah apa lagi untuk makan. Hari ini makanan yang masuk hanya sesuap bubur sumsum. Habis itu ga mau makan apa-apa lagi. Sedih banget Kareem bilang "mamam" yang berarti mau makan, tapi setelah disediakan makanan ini itu dia menolak. Kadang sambil menangis dan bilang "didi.. didi" maksudnya gigi. Berkali-kali begitu. Kareem pasti mau makan, Kareem pasti laper. Tapi dia aga trauma untuk mengunyah dan menelan. Saya kira karena mau tumbuh gigi, ternyata sariawannya bertambah. Kalau saya baca dari internet dan tanya di group parenting kemungkinan karena jamur candida. Untuk memastikannya insyaAllah besok kami ke dokter. Semoga Kareem cepet sehat dan ceria lagi.. syafakallah anak sulungnya mommy 😘

Untuk latihan kemandirian makan sendiri kemarin Kareem mencoba untuk makan sendiri, hari ini pun demi kian. Tapi makanannya tidak sampai di mulutnya. Ga apa-apa sayang, mommy sudah tau Kareem sudah mampu, sudah mandiri untuk makan sendiri. Cepet sehat yaaa.. biar makannya lahap lagi.

Mengungkapkan apa yang diinginkan. Meski sedang sakit tetap saya latihkan bersama Kareem. Apa lagi sekarang banyak nangis dan merengek. Ini salah itu salah. Mau ini ga jadi mau itu ga jadi. Termasuk untuk mimi asi. Di luar kamar bilang "mimi dua" (maksudnya mimi asi). Masuk kamar nangis.. merengek.. ngajak keluar kamar. Takut merasa sakit saat minum asi.

Saat menuliskan ini alhamdulillah lagi tidur nyenyak dipelukan sambil tadi mimi asi.

Kareem, anak soleh mommy.. cepet sehat dan ceria lagi nak. Sedih rasanya liat Kareem sakit kaya gini. Kareem nangis mommy juga ikutan nangis. Karena mommy sedih ga tau gimana sakitnya buat Kareem dan belum ada yang bisa mommy lakukan buat menghilangkan rasa sakitnya.

#Level2
#BunsayIIP
#MelatihKemandirian
#MelatihKemandirianDay9
#Tantangan10hari

Sabtu, 22 Juli 2017

Melatih Kemandirian Anak Hari Ke-8

Bismillahirrahmanirrahim

Saya memutuskan, toilet training Kareem (19 bulan) saya tunda dulu hingga saya melewati kehamilan trisemester pertama. Semoga mommy selalu sehat ya, agar bisa terus membersmai Kareem dan adik-adiknya nanti.


Ini foto Kareem tadi pagi. Kesian matanya sayu. Itu sariawan di bibir bawahnya.

Sejak kemarin badan Kareem demam. Tadi malam tidurnya banyak mengigau. Giginya mau tumbuh dan ada beberapa sariawan di mulutnya. Syafakallah sayang. Akhirnya latihan makan sendiri pun mengalami kemunduran. Disuapi itu pun hanya masuk beberapa suap. Nanti mommy buat puding ya, semoga lebih nyaman buat Kareem makan.

Saya menyadari melatih kemandirian anak bukanlah hal yang instan. Perlu waktu untuk pembiasaan dan juga perlu teladan untuk dicontoh. Tantangan 10 hari Bunda Sayang kali ini mengingatkan saya untuk, ayo kapan akan mulai toilet trainingnya?. Apalah saya sudah mengizinkan Kareem untuk makan sendiri kapan pun dimanapun? Juga menyadarkan saya untuk membiaskan Kareem mengungkapkan apa yang diinginkan.

Untuk saat ini apa yang diinginkannya jadi serba salah. Lagi ga enak badan ya nak.. Tapi tetap saya tanyakan apa yang diinginkannya dengan pertanyaan yang akan dijawab "iya dan nda".

Ga apa-apa. Nanti kalau Kareem sudah sehat dan fit lagi kita mulai lagi ya sayang.. 😘😘😘

#Level2
#BunsayIIP
#MelatihKemandirian
#MelatihKemandirianDay8
#Tantangan10hari

Selasa, 18 Juli 2017

Melatih Kemandirian Anak Hari Ke-6

Bismillahirrahmanirrahim

3 hal yang ingin saya latihkan dengan Kareem adalah :
1. Makan sendiri
2. Melatih berbicara jika menginginkan sesuatu
3. Toilet Training

Alhamdulillah untuk makan sendiri udah semakin pintar. Hari ini makannya lebih sering memggunakan tangan kanan.

Masih ada rengekan atau tangisan kecil jika Kareem tidak bisa melakukan sesuatu atau ingin saya melakukan sesuatu. Masih terus dilatihkan supaya Kareem mengungkapkan apa yang diinginkannya.


Hari pertama kami memulai Toilet Training. Setelah mandi pagi saya pakaikan training pants. Sejam kemudian diajak ke kamar mandi, ternyata training pantsnya sudah basah 😅. Lalu habis cebok ganti training pantsnya. Kareem tidur siangnya cukup lama, 2 jam lebih. Ketika bangun celananya sudah basah. Dan dia nangis. Diajak ke kamar mandi buat cebok ganti celana tidak mau. Kenapa menangis? Saya tanyakan pada Kareem. Mungkin kaget antara celananya basah dan merasa bersalah. Padahal saya tidak menyalahkannya. Jadi saya katakan padanya. Kareem kenapa nangis? Ga enak ya celananya basah? Besok kita pipis di kamar mandi ya. Gak apa-apa nak celananya basah, namamya juga belajar. Kita belajar sama-sama ya.

Setelah adegan nangis bercucuran bangun tidur, mommy nya ga kuat. Akhirnya kembali dipakaikan diapers. Kita coba lagi lusa ya nak.. :) Karena besok ada acara ke luar rumah.

Sampai makan siang Kareem belum pup. Nah pas diganti pake diapers itu, terus makan siang. Gak lama pup. Padahal pas sebelumnya makan cemilan buah udah kaya ngeden-ngeden. Diajak ke kamar mandi jawabannya "ndaaa". Huhuhuu.. nahan pup apa ya?

Pelajaran penting dan PR yang mommy dapatkan dari TT hari ini adalah :
1. Jangan pernah menyalahkan anak ketika kebablasan pipis.
2. Terus memberikan semangat dan kata-kata yang positif.
3. Buat suasana kamar mandi nyaman bagi anak. Mau mommy pasang stiker biar Kareem betah dan mau duduk di potty seat yang ditempel di closet. Karena untuk duduk di potty seatnya saja Kareem sekarang masih belum mau. Huhuhu

#Level2
#BunsayIIP
#MelatihKemandirian
#MelatihKemandirianDay6
#Tantangan10hari

Minggu, 16 Juli 2017

Melatih Kemandirian Anak Hari Ke-4

Bismillahirrahmanirrahim

Sore ini Kareem ga mau pakai diapers. Apakah ini pertanda bahwa Kareem sudah siap toilet training? 😀😁😂

Hihihiii.. semoga aja ya nak.


Beberapa kali dibujuk tidak mau. Gulang guling sana sini di kasur. Diapersnya berkali-kali disingkirkan, dibuang ke bawah kasur. Akhirnya dicoba dengan cara "Kareem mau pakai bedak semdiri?". Akhirnya mau anteng, pegang bedaknya. Mommy nya jadi bisa pakein diapersnya. Setelah itu menuangkan bedak ke tangan Kareem dan dia usapkan ke badannya.

Ternyata oh ternyata.. merayu anak melakukan sesuatu juga bisa dengan cara memberinya kesempatan untuk mandiri. Mengizinkan anak melakukan sesuatu yang membuatnya bangga, aku bisa juga loh melakukan ini seperti orang dewasa.

#Level2
#BunsayIIP
#MelatihKemandirian
#MelatihKemandirianDay4
#Tantangan10hari

Sabtu, 15 Juli 2017

Melatih Kemandirian Anak Hari Ke-3

Bismillahirrahmanirrahim

Ketika lagi tidak tumbuh gigi, Alhamdulillah Kareem makannya pintar sekali. Jika dikatakan makan, langsung minta duduk di booster seatnya.

Alhamdulillah nak. Untuk latihan kemandirian makan sendiri mommy katakan Kareem sudah lulus ya sayang. Hanya perlu diingatkan untuk menggunakan tangan kanan. Jadi besok kita akan lebih fokus ke memgungkapkan apa yang Kareem inginkan dan toilet training.

Memang jika sedang tumbuh gigi makan jadi tidak nyaman. Ga apa-apa ya, pengecualian masih boleh disuapi jika Kareem sakit 😊. Tapi kalau sehari-hari tidak ada masalah, Kareem makannya sendiri ya.


Cemilan buah siang ini alpukat. Alhamduah Kareem makin pinter makan sendirinya.

Jika sedang makan di restoran. Kareem sudah terbiasa duduk di baby chair. Lalu duduk anteng makan. Seperti makan malam hari ini. Alhamdulillah, kerasa sekali manfaatnya membiasakan anak duduk saat makan sedari kecil.

Semangat ya nak, semoga makanannya menjadi berkah buat tubuh Kareem.

#Level2
#BunsayIIP
#MelatihKemandirian
#MelatihKemandirianDay3
#Tantangan10hari

Jumat, 14 Juli 2017

Melatih Kemandirian Anak Hari Ke-2

Bismillahirrahmanirrahim

Mengawali Melatih Kemandirian Anak, pagi ini mommy ditemani Kareem beberes dan mencuci clodi dan training pants.


Bismillah, mulai senin kita coba pakai cover clodi ya. Biar Kareem merasakan 'tidak nyaman' atau 'basah' ketika pipis di clodi atau training pants. Selain clodi mommy sudah siapkan juga seprei anti ompol dan potty seat buat toilet training Kareem.

Untuk makan sendiri, pagi ini mau makan sendiri, duduk di booster seat. Setengah jalan, disuapi sambil jalan sana jalan sini. Heuheu. Prinsip kami melatih kemandirian anak makan sendiri ini, diizinkan selama anak mau makan sendiri. Diberi semangat dan motivasi jika sudah agak bosan. Dan terakhir disuapi jika sudah tidak kondusif.



Pelan-pelan ya nak belajar makan sendirinya. Tetep semangat Kareem, jadi contoh terbaik buat adik-adiknya kelak 😘

#Level2
#BunsayIIP
#MelatihKemandirian
#MelatihKemandirianDay2
#Tantangan10hari

Minggu, 09 Juli 2017

Untuk kakak

Bismillahirrahmanirrahim


Kareem, putra pertama kami. Usianya sekarang 1.5 tahun. Alhamdulillah makin pinter bicaranya.

Anak kami lebih dulu bisa mengucapkan "daddy" dari pada "mommy".

Tentram sekali melihatnya tidur.
1.5 tahun ini, lebih sering ada saya saat ia tidur dan bangun di banding daddynya. Daddy kerja di Jakarta.

Sering putra kami ngelindur menyebut "daddy" dalam tidurnya. Atau bertanya "daddy?" Saat ia bangun tidur.

Sebagai seorang ibu, mendengar ini saya kadang terharu. Menahan tangis. Putra kami rindu dengan bapaknya. Sering terbesit doa, Ya Allah.. semoga Engkau kumpulkan keluarga kecil kami..

Dan kali ini mungkin doa itu akan terjawab.
Ya Allah jika di Bandung membuat suamiku lebih dekat denganMu, lebih dekat dengan anaknya, rezeki lebih berkah dan bermanfaat, semoga Engkau berikan kelancaran, kemudahan, dan keridhoan.

Aamiin

Bandung, 9 Juli 2017
Mommy dari calon Kakak

Kamis, 15 Juni 2017

Komunikasi Produktif Hari Ke-10

Bismillahirrahmanirrahim

Membersamai Kareem sambil kuliah bunda sayang. Alhamdulillah rasanya ilmunya langsung teraplikasikan. Tiap hari ada saja tantangannya :D

Masih terus melatih intonasi dan suara yang ramah. Hal tesebut bisa benar-benar dilakukan ketika fokus kita ke anak. Jika fokus kita ke HP? Tidak akan bisa dilakukan komunikasi produktif. Selama ini saya kadang masih pegang HP ketika bersama Kareem, tak jarang jadi kurang fokus. Menanggapi Kareem sambil lirak-lirik layar HP :(. Tau salah tapi masih tetap dilakukan :'(.

HP oh HP begitu menyita perhatian.

Mendekatkan yang jauh. Menjauhkan yang dekat.

Penggunaan HP ini harus benar-benar diDISIPLINkan dan diTEGASkan.

Bismillah..

Kalau tidak sekarang, kapan lagi?
Kalau bukan mommy, siapa lagi?

#level1
#day10
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Bandung, 15 Juni 2017

Senin, 12 Juni 2017

Komunikasi Produktif Hari Ke-9

Bismillahirrahmanirrahim

Siapa yang tidak kenal dengan Kirana dan Ibuk?
Tingkah lucu nan menggemaskan Kirana banyak menyita perhatian orang.

Kemarin saya menonton beberapa video di IG nya Ibuk. Lalu saya berpikir tentang Komunikasi Produktif poin intonasi dan suara yang ramah, yang sedang saya latihkan saat ini. Sosok Ibuk bagi saya sudah berhasil menerapkan poin tersebut. Intonasi dan suara yang ramah. Enak gitu denger suara Ibuk saat berbicara dengan Kirana. Intonasinya dapet.

Saat suami sedang di rumah dan bicara di telefon dengan cust nya, intonasi dan suara yang ramahnya dapet banget. Beliau bicara sambil tersenyum seolah-olah orang yang ditelefonnya ada dihadapannya. Emmm.. harus minta turunan ilmunya juga ni dari suami.

Lalu saya berpikir tentang diri saya. Masih banyak kekurangan saya. Masih sering berkata "Kareem, jangan ah" atau "Kareem, kotor ihh". Jadi baper. Hikzz..
Kareem lagi aktif-aktifnya, loncat sana sini, lari sana sini. Kadang ga liat-liat jalan, kakinya terantuk lantai yanga beda tinggi lah atau kejedut tembok. Tanggapan saya? "Kareem jalannya liat-liat". Sambil agak cemberut.. rut.. ruttt.. rut. Maaf ya nak, mommy sedang belajar untuk merubahnya, supaya lebih baik saat berkomunikasi sama Kareem. Kalau lagi aktif-aktifnya saya belajar untuk selalu berstukur, Alhamdulillah Kareem sehat 😊

Alhamdulillah hari ini sebelum jam 9 malem Kareem udah tidur. Mommy jadi bisa ngerjain ini itu dulu sebelum ikutan tidur. Hehe

Komunikasi Produktif oh Komunikasi Produktif.. Tetep semangat untuk menjadi Ibu Profesional Kebanggan Daddy dan Kareem.

#level1
#day9
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Bandung, 12 Juni 2017

Minggu, 11 Juni 2017

Komunikasi Produktif Hari Ke-8

Bismillahirrahmanirrahim

Beberapa hari terakhir ini jam tidur malam Kareem agak berantakan, pola makannya pun demikian. Hari ini baru tidur jam 11 malam. Makan 2x sehari. Pagi jam 8.30. Waktu makan siang, malah tidur. Dan makan sore jam 4. Sisanya diselingi camilan buah atau kue kering.

Padahal saya sendiri jam 8 malam sudah sangat mengantuk. Jadi kami hanya bermain di kamar. Beberapa kali saya terlelap. Sementara Kareem eksplorasi ini itu. Dompet saya, rak buku, robot mainan, atau wadah perlengkapan Kareem.

Lelah, mengantuk, jadi komunikasi saya padanya hanya sebatas mengagakan "tidur yu nak, sudah malam, mommy juga sudah ngantuk" atau "tu di luar udah gelap, tirainya udah di tutup. Tidur yu". Efektif? Sepertinya tidak. Karena hanya sebatas mengatakan padanya dengan intonasi yang lelah. Tidak diikuti dengan bahasa tubuh.


Selamat tidur sayang. Semoga esok lebih baik dari hari ini ya.

Masih tetap semangat untuk terus konsisten melatih poin intonasi dan suara yang ramah.

#level1
#day8
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Bandung, 11 Juni 2017

Sabtu, 10 Juni 2017

Komunikasi Produktif Hari Ke-7

Bismillahirrahmanirrahim

Masih terus melatihkan intonasi dan suara yang menyenangkan.

Oo ya, 2 hari ini kami berbuka puasa di rumah nenek dan rumah uyut. Ada 2 hal yang saya dapatkan.

1. Menggunakan kata yang baik untuk menyatakan keinginan buang air. Sejak Kareem bayi kami biasakan katakan "pup" untuk buang air besar. Agar ketika lebih besar saat menyatakan keinganan buang air di depan banyak orang, kata-kata yang digunakan lebih nyaman di dengar.

2. Kompak dengan suami. Suami saya protes pada saya karena saya memberikan Kareem nyam nyam untuk cemilannya. Saya protes pada suami karena memberikan Kareem yakult saat kondisinya agak meler. Dan tentang bola. Sepertinya harus dibicarakan dengan suami agar kami lebih kompak. Dan tidak berdebat atau berbeda pendapat saat kami di depan anak.

#level1
#day7
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Rabu, 07 Juni 2017

Komunikasi Produktif Hari Ke-6

Bismillahirrahmanirrahim

Baru kemaren menulis tentang menanggapi apa yang dilakukan anak sepositif mungkin. Langsung diuji hari ini.

Hingga jam 12.35 pm saya menuliskan ini, Kareem sudah pup 4x. Banyak makannya. Hari ini ikutan sahur di tambah sarapan pagi. Nah saat cebok di kamar mandi, dia ambil air dingin terus tuang ke ember atau ambil air dari ember langsung buang ke kloset. Aga sebal saya, karena nanti air hangat di embernya jadi dingin dan habis. Saat itu saya kata kan padanya "Kareem, nanti airnya jadi dingin. Mau cebok pakai air dingin?" Sambil menyiramkan sedikir air dingin ke kakinya. "Kareem itu kloset, tempat pup, jangan kesanain airnya". Perkataan dengan ancaman jika air hangatnya habis atau jadi dingin ceboknya pakai air dingin saja. Sudah pasti tanpa intonasi dan suara yang ramah.

Astagfirullah.. komunikasi produktif.. ohhh.. komunikasi produktif.. Seandainya saja saya sedikit lebih bersabar. Seandinya saja saya sedikit lebih berpikir positif. Seandainya saja saya memberinya kesempatan. Komunikasi ohhh komunikasi..


Saat memandangnya tidur siang saat ini saya baru menyadari. Kareem meniru apa yang saya lakukan. Dia masukan air dingin ke ember karena kadang air di ember terlalu panas, jadi saya tambah air dingin. Dia masukan air hangatnya ke kloset karena melihat saya juga ketika mengguyur kloset.

Maafkan mommy sayang. Apa susahnya ya padahal memberikan anak kesempatan untuk mencoba? Mencoba mengambil air dingin ke air hangatnya yang terlalu panas. Mencoba bagaimana caranya menyiram air ke dalam kloset. Maafkan mommy ya nak..

#level1
#day6
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Bandung, 7 Juni 2017



Selasa, 06 Juni 2017

Komunikasi Priduktif Hari Ke-5

Bismillahirrahmanirrahim

Kuliah Bunda Sayang dengan materi komunikasi produktif sambil membersamai anak yang sedang belajar bicara.

Alhamdulillah, menarik sekali.
Tantangannya adalah bagaimana kita mengerti apa yang dikatakan anak dan menanggapinya.
Tak jarang ada perkataan anak yang belum saya mengerti. Maaf nak. Mommy coba terus untuk memahami :)

Intonasi dan suara yang ramah masih terus dilakukan, semoga konsisten. Tidak hanya karena tantangan 10 hari ini saja.

Kali ini saya juga belajar menanggapi sepositif mungkin apa yang dilakukan anak. Misalnya ngambil ulekan dan cobek batu, ngambil bawang putih. "Oooo.. Kareem mau bantuin mommy masak ya. Hati-hati ulekannya dari batu, berat".

Saya coba meminimalisir penggunaan kata 'jangan'. Tantangannya adalah jika orang terdeket berkata 'jangan ini, jangan itu'. Saya tanggapi dan coba jelaskan mengapa jangan demikian dengan perkataan tanpa jangan.

#level1
#day5
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Bandung, 6 Juni 2017


Senin, 05 Juni 2017

Komunikasi Produktif Hari Ke-4

Bismillahirrahmanirrahim

Semakin menyadari betapa pentingnya komunikasi produktif bersama anak. Kareem 17 bulan sedang belajar bicara dan berkomunikasi. Dengan caranya, anak mengerti apa yang kita ucapkan. Termasuk juga Kareem.

Intonasi dan suara yang ramah.
Masih terus coba saya latihkan setiap harinya. Pemilihan kata-kata, bahasa tubuh lewat kontak mata, dan intonasi yang menyenangkan.

Beberapa minggu kemarin saya batuk, masuk angin, ditambah mual jadi beberapa kali muntah. Kareem meniru saya ketika muntah. Owweeekkk oweeekkk katanya. Termasuk tadi malam. Saya katakan padanya "Kareem doain ya mommynya supaya ga sakit lagi, sehat terus". Ehhh ga taunya Kareem langsung nangis sesengukan. Agak sensitif buat Kareem mendengat kata 'sakit'. Misalnya saat main-main ga taunya dia mukul terlalu keras, dikatakan jangan nanti sakit. Langsung meluk dan diam. Kareem sudah bisa merass bersalah, tapi momny nya jadi merasa bersalah berkali-kali lipat. Pentingnya memilih kata-kata ketika berkomunikasi. Maaf ya nak, mommy akan terus belajar agar menjadi ibu terbaik untuk Kareem.

#level1
#day4
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Minggu, 04 Juni 2017

Komunikasi Produktif Hari Ke-3

Bismillahirrahmanirrahim

Komunikasi Produktif membersamai Kareem yang sedang belajar bicara.

Menanggapi apapun yang ia katakan.

Kontak mata ketika bersama Kareem.

#level1
#day3
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Sabtu, 03 Juni 2017

Komunikasi Produktif Hari Ke-2

Bismillahirrahmanirrahim

Melatih poin "Intonasi dan suara yang ramah" dalam komunikasi produktif dengan anak, ternyata tidak mudah. Dibutuhkan kesadaran dan konsistensi.

Kesadaran. Ya, harus sadar akan apa yang kita ucapkan pada anak. Tidak hanya kata-kata yang keluar dari mulut kita, tapi juga disertai intonasi suara yang tepat dan bahasa tubuh yang sesuai.

Konsisten. Kesadaran ini mempengaruhi konsistensi. Kalau inget dilakukan rumus 7-38-55. Semoga bisa konsisten ya, tidak hanya untuk tantangan 10 hari tapi juga untuk terus kedepannya.

Selama ini? Penggunaan kata-kata dalam berkomunikasi dengan anak sudah saya coba memilih kata-kata yang baik. Intonasi suara juga saya rasa cukup. Tapi bahasa tubuh.. ini yang belum saya lakukan dengan baik. Padahal bahasa tubuh ini memegang peran yang paling besar dalam menentukan keberhasilan sebuah komunikasi.

Hari ini, masih dengan kegiatan bermain tanah dan 'banyak iklan' ketika makan. PR saya selain bisa melatih komunikasi produktif, juga mencoba menu baru agar makanan Kareem lebih menarik.

Gadget. Kadang mengalihkan dunia ku. Tau kurang manfaat. Tau kurang tepat. Tapi tetap saja menarik. Hik.. hikkk.. jadi perhatian ke Kareem ga 100%. Saya tau selama ini mungkin Kareem bawa tempat sampah atau keresek bekas pup nya untuk menarik perhatian saya. Nak, maafkan mommy ya sayang.

Bismillah, semoga besok bisa lebih baik dari hari ini.

#level1
#day2
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Bandung, 2 Juni


Kamis, 01 Juni 2017

Komunikasi Produktif Hari Ke-1

Bismillahirrahmanirrahim

Hari pertama tantangan 10 hari komunikasi produktif.

Poin komunikasi produktif yang menurut saya penting dan utama untuk dilatihkan pertama adalah "intonasi dan suara yang ramah" pada anak.

Kareem (17 bulan) lagi suka-sukanya mengeksplorasi lingkungan sekitar dan mencontoh apa yang orang dewasa lakukan. Kadang saya sering geregetan karena sudah dibilang berkali-kali-kali-kali masih saja dilakukan. Misalnya membawa tempat sampah keliling ruangan atau mainan tanah yang ada di pot tanaman.

Mencoba untuk berintonasi atau bersuara ramah sudah dicoba, tapi masih belum konsisten. Seringnya sambil cemberut dan tidak diikuti dengan intonasi ramah atau bahasa tubuh saya.

"Kareeem, iiihhh.. kotor. Udah yuk."
"Kareem ih, udah mandi ga main tanah lagi ah"
Ini kata-kata yang sering keluar.

Pas kemaren dapet materi Komunikasi Produktif di Kuliah Bunda Sayang, Selama ini kita sering menggunakan suara saja ketika berbicara ke anak, yang ternyata hanya 7% mempengaruhi keberhasilan komunikasi kita ke anak. 38% dipengaruhi intonasi suara dan 55% dipengaruhi bahasa tubuh.

Hmmm.. mungkin karena ini komunikasi saya dan Kareem belum produktif. Saya hanya berkata-kata saja tanpa diikuti dengan intonasi dan bahasa tubuh.

Bismillah ya, semoga membuahkan hasil 9 hari kedepan.


Hari ini Kareem masih mainan tanah. Ga bisa liat pintu rumah kebuka, kalau pintu depan rumah kebuka langsung keluar. Kali ini saya coba lebih santai, biar dia eksplorasi. Tanahnya diambil, dipindahkan ke ember. Sebetulnya karena belum mandi jadi saya izinkan dan karena saya belum mendalami benar materi kuliah Komunikasi Produktif. Heuheu.. maaf keun. Awalnya galau antara mengendalikan emosi atau intonasi dan suara yang ramah. Akhirnya saya putuskan intonasi dan suara yang ramah, karena menurut saya pasti harus dilakukan dengan emosi yang terkendali. Mana bisa ramah kalau emosian ya? Hehehe.

#level1
#day1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Bandung, 1 Juni 2017





Rabu, 24 Mei 2017

Istri vs Suami

Bismillahirrahmanirrahim


Dari sini saya mengambil kesimpulan bahwa,
Ternyata bagi suami ada yang lebih menarik dari Bunga Tulip :D

Istanbul, April 2017

Rumah Allah, April 2017

Bismillahirrahmanirrahim

Semakin paham apa itu kerinduan setelah saya datang ke sana.
Ya Allah, rindu Baitullah..
Rindu Ya Allah..



Semoga Allah lapangkan rizki dan berikan keberkahan usia agar kita bisa kembali ke Baitullah.
Aamiin

Mecca, April 2017


Rabu, 22 Maret 2017

NHW9 Bunda Sebagai Agen Perubahan

Bismillahirrahmanirrahim

MasyaAllah. Alhamdulillah.
Luar biasa bertemu dengan kelas Matrikulasi Ibu Profesional ini.
Kini sampailah di NHW terakhir. NHW#9.

Dengan ikut kelas matrikulasi ini juga saya berharap teman-teman bersyukur dan ikhlas dengan perannya saat ini. InysaAllah. Ibu bekerja. Bekerja di ranah domestik atau ranah publik. Semoga menjadi amal jariyah..
Bersyukur sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik.
Bersyukur sebagai ibu yang bekerja di ranah publik.
Kadang kita tidak tahu apa yang kita jalani saat ini adalah yang orang lain inginkan. Sedangkan kita berharap menjalani apa yang orang lain jalani.
Bersyukur dan ikhlas. Karena masyarakat masih membutuhkan kesabaran dari dokter atau perawat perempuan, karena masyarakat masih membutuhkan kasih sayang dari seorang guru perempuan.
MasyaAllah.. ada seorang ibu rumah tangga, guru, enterpreneur, makeup artist, perawat, dokter, dan peran teman-teman lainnya yang saya belum tahu. Saya bangga bisa berkenalan dengan teteh-teteh semuanya.
Tetap semangat, semoga kita semua berhasil menjadi ibu profesional kebanggan keluarga.

Dengan ikut matrikulasi ini saya jadi banyak bersyukur. Mencari tahu betapa mulianya seorang ibu. Betapa pentingnya seorang ibu untuk selalu belajar.

"Mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi".

Di NHW 9 kami diminta menengok keluar. Melek dengan isu sosial yang ada di masyarakat.

Mulailah dari yg sederhana,  lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita.

Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.


Jujur pertama kali membaca NHW9 ini saya bingung. Rasanya di lingkungan tempat kami tinggal saat ini. Rumah Eyang Kareem. Adem ayem ajah. Huhuhu

Semakin meresapi NHW9 barulah saya tahu dan saya paham isu sosial yang terjadi, terutama di keluarga kami.

Minat, hobi, dan ketertarikan saya Parenting. Jurusan yang saya ambil di Universitas Kehidupan ini. Saya tertarik dengen pendidikan anak usia dini dan homemade healty baby food. Sejak Kareem 6 bulan memasak MPASI ini sudah menjadi minat dan hobi. Hehe..

Isu sosial, terutama yang terjadi di keluarga kami adalah penggunaan gadget pada anak-anak sebelum usia 2 tahun. Mulai dari nonton video/youtube superhero sampai main games.
Kareem kenal gadged? Iya. Karena mau tak mau kami video call setiap hari dengan Daddy. Sejauh ini sebatas video call, liat foto/video Kareem. Dulu sempat nonton you tube (liat pertunjukan iklan paus, denger asmaul husna anak, denger lagu bismillah atau finger family), tapi kami coba minimalkan sekaligus tiadakan, setelah tahu banyak dampak negatifnya. Sekarang Kareem juga sudah mulai ngeh kalau saya pegang HP, minta diputerin video dianya. Bismillah, mommy nya juga sambil menguragi interaksi dengan HP. Interaksi dengan HP bisa dihilangkan dengan cara membersamai anak disetiap kegiatan (khususnya) dan membuat kegiatan bermain bersama/play date (umumnya). Membersamai Kareem disetiap kegiatan dan merancang kegiatan khusus yang sesuai dengan perkembangan usia Kareem.
Play date bermain bersama anak lainnya bisa dilakukan di rumah sambil bikin kreasi atau filed trip mengunjungi kebun binatang, musium, atau taman, dll.

Semoga kelak keluarga kami juga bisa memiliki rumah baca sekaligus rumah main. Pentingnya menanamkan kecintaan anak pada buku. Bukan memaksanya untuk membaca. Jika anak bisa (cepat) membaca itu adalah bonusnya. Kegiatan yang ingin saya lakukan di rumah baca selain membaca buku adalah berdongeng.

Semoga bisa mengurangi bahkan menghilangkan kecanduan anak dengan gadget. Aamiin

Isu sosial yang kedua adalah MPASI buatan ibu. Tidak ada waktu, malas, repot, atau ibu sibuk di ranah publik.. seharusnya tidak menjadi alasan untuk tidak memasakan MPASI untuk anak. Anak berhak mendapatkan nutrisi yang baik.
Mengapa harus homemade healty baby food?
Angka ADB (Anamina defisiensi besi) dan stunting yang cukup tinggi di Indonesia akibat asupan MPASI yang kurang tepat.
Sumber : group FB homemade healty baby food.
Yang ingin bergabung boleh saya bantu add ya nanti akan di app sama adminnya :)

Bagi saya pribadi alasan lain kenapa harus homemade?
Agar saya terbiasa memasak makanan sejak anak masih bayi.

Kata siapa MPASI repot dan perlu alat yang canggih (slow cooker dan teman-temannya)?
Ibu yang bekerja di ranah publik tetap bisa memasakan untuk anaknya.
Ibu yang sudah memiliki anak yang lebih besar tetap bisa memasakan untuk anaknya.

Selama ada kemauan, mau membuka hati dan pikiran.. hehe :D

Presentasi homemade healty baby food selama ini by lisan saja. Sambil ngobrol santai. Dan biasanya teman-teman yang usia anaknya menjelang 6 bulan saya tawarkan untuk masuk group tersebut.
Ingin rasanya sekali-sekali demo masak MPASI, agar menepis alasan bahwa memasak MPASI itu repot, ribet, dan susah.

Semoga Allah ridho dan kami bisa membuat perubahan atau pemahaman kearah yang lebih baik lagi.

Bandung, 22 Maret 2017


Nafsa Karima,
Seorang ibu yang sedang berusaha menjadi Ibu Profesional dan menemukan misi spesifik hidupnya.

Rabu, 15 Maret 2017

NHW8 Misi Hidup dan Produktivitas

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah sampai juga di NHW#8 ini. Satu sisi senang satu sisi sedih. Senang karena bisa mengikuti proses belajar di kelas Matrikulasi Ibu Profesional dan sedih karena akan segera berakhir di sesi 9. Tapi akan senang lagi kalau bisa lanjut terus di kelas Bunda Sayang.. aamiin.

Bunda, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :


a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)

Dari 5 aktivitas yang saya tulis di kuadran SUKA dan BISA di NHW#7, saya memilih Mengajar.


b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini :

1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
Saya ingin menjadi ibu yang mampu mengajar, mendidik, dan membimbing anak-anak kami di rumah. Saya ingin menjadi perempuan yang mampu memberikan motivasi, inspirasi, atau pemahaman yang lebih baik pada orang tua lainnya tentang pendidikan anak, terutama anak usia dini.

2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
• Saya ingin bisa selalu melakukan (mempraktekan) ilmu parenting dan ilmu pendidikan anak usia dini yang sudah saya dapatkan.
• Saya ingin menjadi teladan yang baik untuk anak-anak. Karena bagaimana pun teladan yang baik erat kaitannya dengan mengajar, terutama dalam mengajarkan nilai dan moral.
• Saya ingin melakukan (berkegiatan) bersama dengan anak, menemani tumbuh kembang mereka, dan mendampingi mereka hingga dewasa. InsyaAllah.

3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)
Saya ingin memiliki perpustakaan/rumah baca untuk anak-anak. Disana kami bisa berkenalan, belajar, bermain bersama dengan anak lain, dan mendongeng untuk anak-anak. Saya ingin memiliki blog pribadi dan membuat buku, agar apa yang saya lakukan abadi.
Saya ingin memiliki kemampuan untuk bisa menjadi inspirator.


c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)?
Saya ingin menjadi istri yang solehah dan taat pada suami, anak yang berbakti pada orang tua, perempuan yang menginspirasi orang lain, dan ibu yang profesional.

2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan (strategic plan)
• Menjadi pengajar (guru, fasilitator, motivator) untuk anak-anak di rumah.
• Mempunyai perpustakaan/rumah baca.
• Belajar dan mengamalkan ilmu di kelas Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Produktif, dan Bunda Saleha.

3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
• Konsisten dalam manajemen waktu
• Mampu mengamalkan ilmu yang didapatkan dari kelas MIP
• Masuk kelas Bunda Sayang dan mampu mengamalkan ilmunya
• Menguatkan pondasi Bunda Sayang dan Bunda Cekatan


Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH.

Semoga Allah ridho dan memberkahi langkah kita dalam menjalankan peran spesifik kita diciptakan.


Bandung, 15 Maret 2017
Salam Ibu Profesional,


Nafsa Karima

Kamis, 09 Maret 2017

NHW7 Tahapan Menuju Bunda Produktif

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah masih di kelas Matrikulasi Ibu Profesional. Senang rasanya bisa merasakan "kuliah" kembali. Kali ini kuliah di Universitas Kehidupan yang ilmunya langsung diamalkan, InsyaAllah..

Di NHW #7 ini kami diminta mengkonfirmasi apa yang sudah ditemukan selama ini dengan tools yang di buat oleh Abah Rama di Talents Mapping. Semoga kita semua bisa masuk di ranah produktif dengan bahagia. Aamiin.

Berikut ini adalah kekuatan diri (strength typology saya) dari temubakat.com.


NAFSA KARIMA, anda adalah orang yang berani menghadapi orang secara empat mata,keras kepala, berani mengambil alih tanggung jawab , senang mengkomunikasikan sesuatu yang sederhana menjadi menarik , banyak ideanya baik yang belum pernah ada maupun dari pikiran lateralnya , selalu ingin memajukan orang lain dan senang melihat kemajuan orang , senang mengkomunikasi ideanya , suka mengumpulkan berbagai informasi atau teratur , keras menghadapi orang akan tetapi tidak menyukai konflik , senang memotivasi dengan berbagai cara ada yang melalui sifat periangnya ada yang melalui sifat empatinya ada juga karena selalu ingin memajukan orang lain.





MasyaAllah..
Cerita sedikit yaa.. Saya kuliah di Teknologi Industri Pangan UNPAD, tapi saya senang mengajar, terutama anak-anak SD. Saya senang berhubungan dan berinteraksi dengan anak-anak.
Saya pernah bekerja 2 tahun menjadi guru di sebuah SDIT, sebelumnya saya pernah juga menjadi guru les privat anak-anak. Setelah menikah dan hamil saya memutuskan resign dan ingin fokus di rumah untuk keluarga.

Apa saya menyesal kuliah di Pangan? Tidak. Karena dari sana saya mengetahui potensi diri saya. Dari sana saya tahu kalau saya suka mengajar. Ilmu yang saya pelajari di Tek. Pangan juga sangat menunjang untuk kehidupan, karena berkaitan dengan makanan.

Melihat dari hasil kekuatan diri ini, ternyata saya berbakat untuk menjadi guru. Alhamdulillah.. communicator, educator, dan motivator adalah bakat yang dibutuhkan untuk menjadi guru.
Sekarang pun saya ingin tetap menjadi guru, insyaAllah guru untuk anak-anak kami.

Berkaitan dengan Jurusan yang saya pilih di Universitas Kehidupan ini, saya merasa bakat yang saya temukan lewat talents mapping Abah Rama ini menunjang jurusan yang saya pilih. Parenting. Bidang studi Pendidikan Anak Usia Dini. Alhamdulillah jadi semakin percaya diri.

Kelamahan saya adalah keteraturan, kerapihan, perencanaan, ketelitian, dan kawan-kawannya. Mengutip dari tag line dari temu bakat,

" Fokus pada Kekuatan dan Siasati Keterbatasan"

Rasanya pas sekali. Luangkan waktu untuk belajar dan berlatih pada aktivitas yang merupakan potensi kekuatan. Siasati keterbatasan bisa dengan cara menghindarinya, mendelegasikannya, bersinergi dengan orang lain, atau menggunakan peralatan/sistem.

Berkaitan dengan kekuatan dan kelemahan ini berhubungan dengan kuadran aktifitas. Kuat karena suka dan bisa. Lemah karena tidak suka dan tidak bisa. Betul apa bener? hehehe

Ini adalah kuadran aktifitas saya.



Untuk aktifitas yang saya suka tetapi tidak bisa mungkin bisa saya kembangkan dengan cara belajar atau berlatih.

Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR".

Semoga bisa bermanfaat untuk orang lain.
Semoga bisa menjadi motivator dan inspirator untuk keluarga pada khususnya dan untuk masyarakat pada umumnya.
InsyaAllah, aamiin.


Bandung, 9 Maret 2017
Salam Ibu Profesional


Nafsa Karima

Rabu, 01 Maret 2017

NHW6 Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal

Bismillahirrahmanirrahim

Manajer.. saya merasa dalam hal atur mengatur saya agak lemah
Kenapa? Karena kadang apa yang sudah saya rencanakan tidak sesuai dengan apa yang saya lakukan.
Dibaca : BELUM KONSISTEN.

Alhamdulillah dengan Ikut kelas MIP ini saya merasa dibimbing dan diarahkan menjadi pribadi yang lebih baik.. apalagi di NHW#6 sekarang ini yang menurut saya menuntut kita agar lebih detail.

Bismillah, semoga Allah ridho, suami ridho :)
Semoga Allah berkahi..

Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal".

Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.

Baiklah, sebelum menjadi manajer keluarga yang handal, saya harus lebih dulu mampu memanaj diri sendiri. Semangaaaaatttttttt :D

Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS.

Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita "Merasa Sibuk" sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.


Aaahhh.. sepakat banget!
Kadang saking sibuk n numpuknya pekerjaan malah jadi gak kekerjain. Bingung mau mengerjakan yang mana dulu.

Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :

Dimulai dari menentukan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting menurut saya.


Aktifitas yang paling penting :
1. Beribadah
2. Berkegiatan bersama anak
3. Memasak

Aktifitas yang paling tidak penting :

1. Scroll wall Facebook dan Instagram
2. Jualan online
3. Menyetrika

Beribadah, berkegiatan bersama anak, dan memasak adalah aktifitas yang penting bagi saya. Beribadah sudah pasti penting. Berkegiatan bersama dengan Kareem juga penting, di materi 4 kemarin saya diingatkan bahwa bersama anak itu anda dan anak berinteraksi mulai dari hati, fisik dan pikiran bersama dalam satu lokasi.
Memasak juga termasuk kegiatan penting menurut saya. Meski belum bisa menyajikan masakan ala ala master chef, tapi rasa masakan tidak kalah dari restoran  bintang lima.. wekekeke. Saya suka memasak. Saya suka memasak untuk suami. Saya suka memasak MPASI Kareem. Lihat mereka makan lahap hap hap bahagia. Makannya nambah lebih nambah bahagia. Saya bahagia memasak Hehe.. Karena saya orang pangan (kuliah jurusan tek. Pangan) dulu ada istilah "kamu adalah apa yang kamu makan" dan dosen kuliah dulu pernah berkata "semua penyakit berasal dari pola makan atau makanan yang tidak baik". Maka senang sekali jika nanti bisa naik jabatan dari juru masak menjadi ahli gizi keluarga. Tapi kenyataannya sekarang? "Mas, cha masakin telor ceplok ala ala chaca ya.." atau "Mas dibikinin telor dadar ya". Hikzzz..

Nah ini dia kegiatan yang menurut saya paling tidak penting tapi justru waktu saya habis untuk melakukan kegiatan ini. Scroll FB dan IG, jualan online, dan menyetrika. Diantara ketika kegiatan tidak penting ini yang paling sering saya lakukan adalah scroll FB dan IG. Banyak alasan pembenaran saya melakukan kegiatan tidak penting ini. Sambil nunggu suami balas WA sekalian liat di FB ada apa. Sekalian nunggu teteh bales BBM sekalian liat di IG ada apa. Nah ini ada kaitannya dengan jualan on line. Saya sempat jual gamis on line. Bukan saya yang produksi. Saya sebagai reseller/ dropship. Ada yang tanya gamis A ukuran B. Saya harus BBM teteh ada atau tidak. Kalau tidak ada, infokan ke customer. Customer tanya lagi warna hitam yang ready yang mana saja. Harus tanya ke teteh. Teteh harus ngcek dulu dan teteh juga punya balita dan bayi. Aiiiihhhh.. saya sebetulnya tidak suka jualan online. Waktu saya habis untuk menunggu. Kalau ternyata barangnya ada, tunggu transferan dari customer, terus langsung transfer ke teteh. Semoga kedepannya  jualan online punya barang sendiri, insyaAllah.
Kegiatan BERSAMA Kareem pun berubah menjadi DENGAN Kareem. Secara fisik saya ada dengan Kareem, tapi pikiran dan hati saya di HP. Main sama Kareem sambil buka HP.  Balas WA, balas komen FB, atau balas komen IG. Maaf ya nak.. :'(
Menyetrika, PR nya ibu-ibu ternyata ya.. huaaahhhh, setelah baca aliran rasa teman-teman di group serasa punya balad.. wekekeke
Kenapa menurut saya tidak penting? Karena setrikaan saya menumpuk dan kalau dikerjakan tidak selesai-selesai. Minggu ini selesai. Tapi minggu depan akan ada lagi. Saya merasa urusan setrika menyetrika ini tidak pernah selesai. Alasan saya yang lain adalah cangkeul dan pegeul. Mungkin ini lah saatnya mendelegasikan urusan setrika menyetrika ini. Saya masih sanggup menyetrika baju Kareem, karena ukurannya kecil (14 bulan) jadi lebih gampang dan cepat selesai. Tapi kalau udah ketemu gamis katun saya atau kaos-kaos punya suami. Setrikanya saat mau dipakai saja. Mas, akankah saya masih cantik jika tidak menyetrika? Hehehe :p

Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.

Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time.

Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda. Sebetulnya bagi saya ini agak sulit, mengingat Kareem masih 14 bulan dan masih ASI langsung. Jadi selama ini beberapa kegitan masih bersifat fleskibel. Fleksibel menurut saya? Betul pandangan Ibu Septi. Santai, mengalir begitu saja, tanpa rencana.

Padahal Fleksibilitas adalah kemampuan untuk beradaptasi dan bekerja dengan efektif dalam situasi yang berbeda, dan dengan berbagai individu atau kelompok.

Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan.




Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik? kalau tidak segera revisi,
kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

Bismillah, semangat!!!!


Bandung, 1 Maret 2017
Salam Ibu Profesional,


Nafsa Karima

Rabu, 22 Februari 2017

NHW5 Design Pembelajaran ala Nafsa Karima


Bismillahirrahmanirrahim

NHW #5 ini, Singkat. Praktek membuat Design Pembelajaran ala kita. Ala saya. Design Pembelajaran ala Nafsa Karima.

Design Pembelajaran, yang terlintas pertama kali di pikiran saya adalah RPP sewaktu masih mengajar dulu.. hihihii
Saya sebetulnya tidak ada basic membuat RPP. Kuliah Jurusan Teknologi Pangan tapi punya semangat mengajar anak-anak, SD terutama :)

Sebelum membuat Design Pembelajaran ala saya. Saya masih bingung sebetulnya dengan design pembelajaran itu sendiri. Apa sih design pembelajaran itu? Cari tahu dulu apa itu design pembelajaran, langsung tanya sama embah Google.

Saya menuliskan ini sambil terus memamah biak materi 5 Belajar Bagaimana Caranya Belajar dan NHW#5.

Akhirnya ketemu sama tulisan yang oke di sebuah blog pribadi. Desain pembelajaran menurut istilah dapat didefinisikan:

1. Proses untuk menentukan metode pembelajaran apa yang paling baik dilaksanakan agar timbul perubahan pengetahuan dan keterampilan pada diri pembelajar ke arah yang dikehendaki (Reigeluth).
2. Rencana tindakan yang terintegrasi meliputi komponen tujuan, metode dan penilaian untuk memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan (Briggs).
3. Proses untuk merinci kondisi untuk belajar, dengan tujuan makro untuk menciptakan strategi dan produk, dan tujuan mikro untuk menghasilkan program pelajaran atau modul atau suatu prosedur yang terdiri dari langkah-langkah, dimana langkah-langkah tersebut di dalamnya terdiri dari analisis, merancang, mengembangkan, menerapkan dan menilai hasil belajar (Seels & Richey AECT 1994).
4. Suatu proses desain dan sistematis untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien, serta membuat kegiatan pembelajaran lebih mudah, yang didasarkan pada apa yang kita ketahui mengenai teori-teori pembelajaran, teknologi informasi, sistematika analisis, penelitian dalam bidang pendidikan, dan metode-metode manajemen (Morisson, Ross & Kemp 2007).

-- Sumber : Isna Izakiya, Fungsi dan Pentingnya Perencanaan dan Design Pembelajaran, 2015 . (https://www.google.co.id/amp/s/isnaizakiya29.wordpress.com/2015/03/17/fungsi-dan-pentingnya-perencanaan-dan-desain-pembelajaran/amp/) --


Yes. Mulai memahami. Design pembelajaran yang saya tangkap adalah perencanaan yang dilakukan agar pembelajaran berjalan efektif dan efisien dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Bismillah, menurut saya hal yang pertama saat membuat Design Pembelajaran ala saya adalah menentukan dulu apa tujuan pembelajarannya. Apa tujuan kita belajar?

Jurusan yang saya ambil di Universitas Kehidupan ini adalah Parenting. Saat ini sedang mendalami bidang studi Pendidikan Anak Usia Dini. Maka tujuan dari saya belajar adalah menjadi ahli dalam bidang pendidikan anak usia dini.

Nah dari sini lalu dijabarkan agar tujuan pembelajaran tersebut bisa tercapai.

1. Mengapa saya belajar?
• Agar lebih dekat dengan Allah Yang Maha Pemilik Ilmu.
• Agar bisa memberikan manfaat untuk orang lain pada umumnya dan untuk anak saya pada khususnya (Kareem, 14 bulan).

2. Bagaimana cara saya belajar tentang pendidikan anak usia dini?
Dengan cara :
• Mengikuti webinar yang berhubungan dengan pendidikan anak usia dini (rumah inspirasi, rainbow castle, dll)
• Membaca website (indonesia montessori, rumah main anak, rumah inspirasi, dll)
• Ikut komunitas atau group(institut ibu profesional, rumah inspirasi, hhbf, dll)
• Membaca buku atau ebook
• Menggali informasi melalui fb dan ig orang yang lebih paham
• Menuliskan kembali ilmu yang saya dapatkan
• Mempraktekan langsung dan sharing dengan orang lain

3. Kapan waktu saya belajar?
• Fleksibel, ketika target pekerjaan domestik di hari itu telah selesai, ketika anak sudah tidur, ketika bermain bersama anak. Sesekali mengajak anak terlibat ketika saya sedang mencari informasi dari buku. Bisa juga ketika dalam perjalanan bersama suami (Ini paling efektif untuk berdiskusi dengan suami. Kami LDM dan weekend biasanya ke rumah mertua, di perjalanan kami mengobrol)
• Sesuai waktu yang ditentukan, misal webinar pada hari A jam B atau materi MIP tiap hari Selasa jam 08.00 pagi.

4. Berapa waktu yang saya gunakan untuk belajar dalam sehari?
Seperti dalam NHW#4 kemarin, saya mengalokasikan 6 jam/hari untuk mencari ilmu, menyiapkan kegiatan, mempraktekkan, dan menuliskan kegiatan saya bersama anak.

5. Dokumentasi apa yang saya gunakan dalam mempelajari pendidikan anak usia dini?
Saya menggunakan catatan untuk teori-teori pendidikan anak usia dini, hanya saja masih aga berantakan sebagian di notes HP, sebagian tertulis di binder, dan sebagian ada di laptop.
Untuk praktek saya mendokumentasikan kegiatan bersama anak dalam bentuk foto atau video yang kemudian saya share di fb dan ig. Semoga bisa menjadi inspirasi.

6. Dengan siapa saya belajar?
• Dengan suami dan anak
• Dengan orang terdekat di sekitar saya
• Dengan komunitas

7. Dimana saya belajar?
• Belajar bisa dilakukan dimana saja, disemua tempat di muka bumi ini



Alhamdulillah, ini adalah Design Pembelajaran ala saya.
Semoga Allah berkahi dan mudahkan jalan kita menuntut ilmu.

Salam Ibu Profesional,

Nafsa Karima
Bandung, 22 Februari 2017

Kamis, 16 Februari 2017

NHW4 Mendidik dengan Kekuatan Fitrah



Bismillahirrahmanirrahim

Masih semangat untuk terus belajar di Kelas Matrikulasi Ibu Profesional ini. Semoga bisa terus konsisten dan fokus belajar di kelas-kelas selanjutnya.. Ammiin

Kami diminta melihat kembali NHW sebelumnya. Dan saya sekarang mulai menemukan benang merahnya..
Bismillah..
.
.

NHW#1 Adab Menuntut Ilmu
Sampai hari ini saya masih TETAP memilih Jurusan Ilmu PARENTING di Universitas Kahidupan yang saya jalani. Hanya saja saat ini saya sedang mendalami Bidang Studi Pendidikan Anak Usia Dini di Jurusan Parenting tersebut.
.
.

NHW#2 Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan
Sudahkah saya belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita?
BELUM.
Hal ini sudah ditanyakan oleh suami dan beliaupun mengingatkan saya tentang konsisten. Saat diingatkan oleh suami bagaimana reaksi saya? Saya menangis, saya sakit hati. Kenapa reaksi saya demikian? Karena apa yang dikatakan oleh suami BENAR. Saya belum konsisten dan beberapa checklist terlalu mudah.
Beri tau orang lain apa checklist kita, kata suami. Kenapa? Bukan agar orang lain mengingatkan jika kita lupa. Tapi biar kita MALU jika kita tidak melakukannya. Baiklah ini mungkin salah satu cara saya melatih dengan keras diri, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.
.
.

NHW#3 Membangun Peradaban dari Dalam Rumah
Membaca dan merenung kembali. Semoga gak baper yang bikin galau. Hehe
Apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup akan makin terlihat.
Bismillah, JUST DO IT.
Bidang yang akan saya kuasai adalah Pendidikan Anak Usia Dini.
Misi hidup :
1. Memfasilitasi pendidikan anak usia dini
2. Memberikan inspirasi untuk orang tua lain tentang pendidikan anak usia dini
Bidang : Pendidikan Anak Usia Dini
Peran : Fasilitator dan Inspirator
.
.

Ilmu-ilmu yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup saya dan menjadi ahli di bidangnya adalah :
1. Mommy jadi Dokter, ilmu yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak usia dini
2. Mommy jadi Koki, ilmu yang berkaitan dengan Makanan Pendamping ASI. MPASI Rekomendasi WHO saya pelajari dari group FB Homemade Healty Baby Food (HHBF).
3. Mommy jadi Fasilitator, ilmu yang berkaitan dengan aktifitas stimulus keseharian anak yang sesuai dengan tahapan usia anak. Contohnya adalah mempelajari kurikulum / metode pendidikan anak usia dini atau memahami checklist indikator perkembangan anak sesuai tahapan usianya.
Poin 1 - 3 ini akan saya mantapkan dengan ilmu pengasuhan di Bunda Sayang.
4. Bunda cekatan, Ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
5. Bunda produktif, ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
6. Mommy berbagi, ilmu yang dibutuhkan untuk berinteraksi dengan orang lain agar tercipta komunikasi yang baik dan ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang. Ilmu ini akan saya pelajari lebih dalam di kelas Bunda Shaleha, insyaAllah.
.
.

Milestone yang saya tetapkan per 6 bulan, adalah  :
KM 0 – KM 1 (semester 1) : Menguasai Ilmu seputar tumbuh kembang anak usia dini
KM 1 - KM 2 (semester 2) : Menguasai Ilmu seputar MPASI anak
KM 2 - KM 3 (semester 3) : Menguasai Ilmu seputar stimulus untuk anak usia dini
KM 3 - KM 5 (semester 4 dan 5) : Menguasai ilmu seputar pengasuhan anak
KM 5 - KM 7 (semester 6 dan 7) : Menguasai ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
KM 7 - KM 9 (semester 8 dan 9) : Menguasai ilmu seputar ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll
KM 9 - KM 11 (semester 10 dan 11) : Menguasai Ilmu seputar komunikasi produktif dan Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang

KM 0 saya adalah saat saya berusia 26 tahun, saat melahirkan Kareem. Saat ini saya sudah masuk semester ke-3, dan saya sedang belajar tentang ilmu seputar stimulus untuk anak usia dini. Dari sini saya akan memperdalam lagi tentang pengasuhan anak di IIP Bunda Sayang, insyaAllah.
Bismillah, saya mendedikasikan 6 jam/hari saya untuk mencari ilmu, menyiapkan kegiatan, mempraktekkan, dan menuliskan kegiatan bersama anak.
.
.

Sambil mengkoreksi kembali checklist saya di NHW#2, apakah sudah masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas? Belum.
Saatnya melakukan EVALUASI.
Indikator yang saya tambahkan dalam Checklist Profesionalisme Perempuan sebagai Individu adalah :
• Mengaji min. 1 lembar / hari
• Mendedikasikan waktu  6 jam / hari (mencari ilmu, menyiapkan kegiatan, mempraktekkan, dan menuliskan kegiatan bersama anak)

JUST DO IT
Lakukan.. lakukan.. lakukan.. !!!
Semoga Allah memberikan pemahaan yang baik 😊

Salam Ibu Profesional,
Nafsa Karima

Jumat, 10 Februari 2017

Tentang Kami


Bismillahirrahmanirrahim

Rasanya NHW#3 kali ini membuat perasaan mengalir begitu saja. Apa lagi ditambah Bandung yang diguyur hujan. Jadi semakin baper. Hehe.. tapi jadi semakin semangat.
Menuliskan surat cinta. Mas, saya ingin jatuh cinta terus padamu. Terus.. terus.. dan terus. Berkali-kali jatuh cinta pada orang yang sama, Suamiku.



Yes. Surat cinta sudah dibaca. Dan memang sudah tertebak hasilnya. Hehehe
Cerita sedikit ya, jalan 3 tahun kami menikah rasanya saya baru 2 kali melihat dengan jelas perubahan emosi suami. Pertama saat ijab kabul dan kedua saat saya akan melahirkan Kareem. Gugup.
Selebihnya, mungkin emosinya berubah-ubah, hanya saja suami saya lebih pintar menyembunyikannya. Tidak seperti saya yang lebih moody.

Selesai shalat subuh, saya katakan padanya, ada sesuatu yang ingin mas aziz baca. Saya berikan suratnya. Kondisi kamar agak gelap. Beberapa kali beliau menyeritkan alis. Selesai baca. Diam sejenak.
"Gimana menurut mas aziz?"
"Ya gak gimana-gimana. Memang maunya gimana?" Katanya sambil terkekeh.

Aaiiihhhh.. rasanya pengen nutup muka pake bantal.

Dan akhirnya suami berkata, "Makasih ya" katanya lagi. Hug n kiss.

Saya tanyakan padanya, mengapa tadi beberapa kali menyeritkan alis? Supaya lebih fokus bacanya katanya.
Apa karena kondisi Bandung yang sedang dingin atau karena hal lain, suami terlihat menyeka hidungnya. Sayang kamar gelap, jadi ekspresinya ga bisa terlihat jelas.

Hahaha.. mas, kita ga cocok roromantisan gitu? Hehe. Memang maunya chaca kaya gimana? Pasti ujungnya suami nanya gitu :D

Saya senang sekali bisa menuliskan surat cinta untuk suami dan masih diberikan kesempatan suami untuk membacanya. Sudah lama ingin menulis surat cinta, sejak setelah menikah. Mas Aziz harus tahu, jika saya bangga :)
.
.

Kareem Muhammad Athalla.
Semoga Allah anugerahi kemuliaan dan akhlak yang terpuji.
Nak, ketika engkau lahir kami mempajari 1 hal. Allah memperlihatkan kuasaNya pada kami. Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Berkehendak. Kami sebagai orang tua yang diberi amanahmu, kadang masih kurang bersyukur..

Suatu ketika saat perjalanan ke rumah Nenek, Daddy mu pernah tanya sama Mommy. "Ingin Kareem jadi seperti apa?" Mommy bingung.
Pertama, menjadi apa itu arahnya kemana? Profesikah?
Yang kedua, Kareem masih 13 bulan, belum terlihat minat bakatnya ke arah mana.
Mommy utarakan hal ini pada Daddy.

Nak, kalau Kareem sudah besar Kareem ingin jadi apa?
Jadi apa saja boleh Nak.. asalkan Kareem selalu ingat sama Allah.

Semoga kami sebagi orang tua bisa terus mendukung Kareem sesuai minat bakatmu ya Nak..
Semoga hidupmu penuh berkah Nak.. dan juga bermanfaat untuk orang banyak.
Kareem soleh ya Nak dan kasih inspirasi untuk banyak orang.

Kareem harus tahu. Mommy selalu bangga sama Kareem..

Nak, mommy belajar untuk tidak membandingkan mulai dari Kareem lahir. Entah untuk apa pun itu. Berat badan, kemampuan, sikap, atau apa pun. Membandingkan kadang membuat kita kurang bersyukur sayang. Apa lagi jika membandingkan kelebihan orang lain dengan  kekurangan kita.
Terbesit perasaan membandingkan pernah Nak, apa lagi jika Kareem lebih unggul. Kembali Mommy ingatkan diri, setiap anak unik dengan caranya masing-masing. Setiap anak punya kelebihannya masing-masing :)

Boleh Mommy cerita sedikit?
Teman Kareem usia 13 bulan sudah bisa makan nasi. Kareem belum.
Kareem usia 13 bulan sudah bisa lari. Temannya belum.
Nah, lihat kan? Setiap anak punya kelebihan masing-masing sayang.

Saat dewasa nanti Kareem harus bangga dengan sendiri, yang pasti punya kelebihan dan kekurangan. Diri Kareem sudah Allah ciptakan sangat sempurna. Fokus dan kembangkan kelebihan dan terima dengan ikhlas kekurangannya ya Nak.

Semoga kami bisa terus membersamai Kareem hingga Kareem dewasa.. aamiin
.
.

Saya, istinya Bapak Aziz, Ibu dari Kareem. Saya Nafsa Karima

Dunia anak-anak selalu menarik perhatian saya. Bianar mata mereka saat mereka tertarik pada sesuatu. Tawa riang mereka. Bahkan air mata mereka yang membuat hati perih. Hari-hari bersama anak-anak yang dilalui penuh dengan kejutan.
Saya ingin belajar lebih banyak tentang anak, tentang parenting, tentang pendidikan anak usia dini, tentang metode montessori, dan lainnya. Saya ingin bisa mengamalkan ilmu yang saya miliki, untuk saat ini untuk anak sendiri dan untuk sepupu juga teman dekat kami. Saya ingin banyak berbagi dan sedikitnya memberikan inspirasi. Ketika Kareem sudah lebih dewasa saya ingin banyak berbagi untuk orang tua dan anak-anak lainnya. Semoga hal ini menjadi salah satu amal jariyah untuk saya..
.
.

Lingkungan kami tinggal

Mengetahui peran spesifik keluarga.
Ko rasanya selalu bikin merinding ya. MasyaAllah, diingatkan dengan kata-kata di film 5 cm, agar hidup tidak cuma jadi seoongok daging yang bisa jalan, bisa bicara, dan punya nama. Agar hidup gak gitu gitu aja. Dan agar hidup bermakna serta punya arti. Huhuhu.. nangis nih.

Mengetahui peran spesifik kita diciptakan di muka bumi ini.
Rasanya makin merinding. Allah berfirman dalam surat cintanya, "Tidaklah kami ciptakan sesuatu di muka bumi ini dengan sia-sia".
MasyaAllah. Rasanya jadi tambah nangis. Allah, kadang saya tidak tahu untuk apa Allah ciptakan saya, untuk apa Allah ciptakan kami.. kenapa kami ada disini? Kenapa kami ada di keluarga ini? Kenapa keluarga kami ada di lingkungan ini?

Semua pasti ada hikmahnya, semua ada maksudnya. Hanya kitanya saja yang belum mengerti. Kita belum paham maksud Allah. Sungguh, tidak ada sesuatu di muka bumi ini yang Allah ciptakan sia-sia.
Dan saat ini, saya sedang belajar menangkap maksud-Mu Ya Rabb ku Yang Maha Baik. Saya sedang mencoba mengambil hikmah atas setiap kejadian yang Engkau tetapkan pada kami Ya Allah Yang Maha Penyayang.

Kondisi keseharian keluarga dan lingkungan saya dan suami agak berbeda. Dua-duanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Di sini mungkin kami diminta mengambil yang baik dan merubah yang kurang baiknya. Dan menerapkan kebaikan untuk keluarga kecil kami dan lingkungan sekitar kami.

Melihat dari lingkungan sekitar kami, saya mengambil kesimpulan bahwa belajar bisa dari mana saja (tidak harus sekolah formal) tetapi sekolah yang tinggi (kuliah) itu bisa membuat pola pikir kita lebih terarah dan sistematis.

Dari segi emosi, marah yang bijak itu baik. Marah yang tidak dilakukan di depan banyak orang. Marah yang tidak dilakukan dengan menyakiti hati dan fisik. Marah, masih boleh dilakukan dengan tujuan untuk kebaikan dan dilakukan dengan cara yang baik pula. Semoga kita bisa selalu mengingatkan dalam kebaikan.

Membereskan rumah bukan hanya tentang pekerjaan perempuan atau takut memberatkan anak atau jika anak membantu malah jadi dua kali kerja. Sesungguhnya banyak hal yang bisa dipelajari saat membereskan rumah. Kemandirian, tanggung jawab, dan ketelitian. Mungkin saat ini kami bisa mengingatkan antar anggota keluarga dan melakukan pembagian tugas. Saat Kareem sudah lebih besar bisa diajak berkegiatan bersama sekaligus membereskan rumah.

Di keluarga kami ada yang gemar menonton sinetron india A*TV. Suami atau bapak sering mengganti channel TV saat kami ada disana. Jika hal itu terjadi, lain kali mungkin saya bisa meminta "Cari film anak-anak aja" meskipun sehari-hari di rumah kami tidak menyalakan TV. Dan kedepannya semoga bisa memberikan pengertian yang lebih baik, bahwa Kareem tidak menonton TV saat masa golden age ini.

Tantangan terbesar mungkin adalah bagaimana kami bisa konsisten dengan aturan keluarga saat Kareem bersama sepupunya atau saat Kareem keluar 'rumah'. Juga bagaimana cara kami untuk tidak mengenalkan Kareem dengan action figure (batman, superman, spiderman, ironman, ultraman.. dan man-temannya) dan tidak menonton DVD nya juga.

Allah mungkin menghadirkan keluarga kami di lingkungan ini untuk bisa memberikan pengertian dan pemahaman yang lebih baik.
Semoga keluarga kami bisa memberikan pengertian dan pemahaman yang baik tanpa kesan menggurui dan merasa lebih baik.
Aamiin

Salam,
Ibu Profesional

Nafsa Karima
NHW3 Membangun Peradaban dari Dalam Rumah