Senin, 18 Februari 2013

menantu dan mertua

bismillahirrahmanirrahim

Entah dari pihak yang mana tulisan ini akan bercerita..? Tapi yang jelas, bukankah keduanya menyayangi orang yang sama?

Ia bahkan mungkin belum berbakti pada orang tuanya,
Tapi ia memilih bersama kita, berada disamping kita, menanggung semua kebutuhan kita..
Padahal siapalah kita? Orang asing yang tidak ada ikatan darah..

Love at the first sight..
Itu mungkin yang kita rasakan saat pertama kali melihatnya,
Ia darah daging kita, 9 bulan bersama dalam 1 tubuh..
Ketika ia bahagia, kita orang pertama yang tersenyum padanya..
Ketika ia menangis, kita orang yang pertama menghapus kesedihannya..
Ketika ia takut, kita orang pertama yang memeluknya sambil berkata "tenang sayang, ada ibu di sini"..
Kita yang mengaminkan setiap doa-doanya..
Bahkan namanyapun selalu terselip dalam sujud panjang kita..
Semoga Engkau berkahi hidupnya..
Bagaimana mungkin kita tidak menyayanginya?
Kita ingin selalu menjaganya, meskipun kita tahu bahwa ia bukan anak kecil lagi..
Hingga suatu saat ia bertemu dengan orang yang benar-benar disayanginya dan juga menyayanginya, sudah waktunya kita untuk berkata pada orang yang ia sayangi "tolong jagain dia ya.."

Allah, jadikan kami semulia-mulianya pribadi bagi orang yang akan ada di samping kami kelak,,
Allah, kami mohon izinkan kami memiliki kata-kata seindah embun, sehingga tak perlu ia dengar kata-kata kasar keluar dari lisan..
Allah, kami mohon izinkan kami memiliki wajah seceria pagi, sehingga tak perlu ia lihat wajah masam yang kami tampakan..
Allah, kami mohon izinkan kami memiliki sifat sehangat mentari, sehingga apapun dapat selalu kami lalui dengan senyuman..
Allah, ketika kami sempurnakan separuh agama kami, semoga itu menjadi jalan bagi kami untuk menuju Jannah-Mu, jalan untuk bertemu dengan-Mu, jalan untuk mencintai Rasulullah, dan jalan untuk berbakti pada orang tua kami..



Ibu, kita menyayangi orang yang sama
Bandung, 18 Februari 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar